Showing posts with label barisan inspirasi. Show all posts
Showing posts with label barisan inspirasi. Show all posts
Wednesday, March 9, 2011
Tak Ada Waktu Untuk Menunda
Inilah kisah syahid yang pertama dari kalangan Muhajirin dan Anshar.
Saat perang Badar (tahun 2 H), Rasulullah berseru lantang kepada pasukan kaum muslimin:
"Tidak seorang pun yang pada hari ini berperang dengan sabar, penuh pengharapan, terus maju ke depan dan tidak mundur sedikitpun, kecuali ia akan masuk surga" Mendengar janji Rasul ini, Umair ibnul Himam diam dengan takjub.
Monday, March 7, 2011
Inilah Rasul; Sang Idola
Inilah manusia agung sepanjang masa. Kehadiran beliau membawa kebahagiaan, cahaya, dan keindahan bagi alam semesta. Sosok penyayang yang tak ada duanya. Pribadi teladan yang tidak pernah ada bandingannya.
Sejarah tidak akan pernah melupakan kejadian saat itu. Kejadian yang membuktikan keagungan pribadi sempurna dalam rupa dan akhlak mulia.
Monday, February 28, 2011
Barisan Kata Magic
Di antara sekian banyak kosakata, ada beberapa kata yang mempunyai kekuatan dan menjadi cerminan kemuliaan akhlak. Apalagi diucapkan dengan benar dan ikhlas, dan pada saat yang tepat.
Kata-kata tersebut antara lain:
1. Terimakasih
Menunjukan kerendahan hati dan pengakuan akan jasa dan usaha orang lain. Ucapan terimakasih yang disampaikan pada tempatnya dan benar-benar sesuai maksudnya akan memberi bekas dalam hati dan membuat seseorang bersemangat untuk melakukan kebaikan itu sekali lagi.
Thursday, February 24, 2011
Tauhid; Risalah Utama Para Nabi
Sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad Saw. misi dakwah para rasul tetap sama, yaitu seruan untuk menyembah kepada Allah semata.
Syariat dan hukum bisa berubah antara satu rasul dengan yang lain, sesuai dengan kondisi kaumnya masing-masing. Namun risalah utama mereka tetaplah satu. Serial kisah dakwah para rasul yang diceritakan dalam Al-Quran selalu dimulai dengan perintah untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Inti ketauhidan itu
Friday, February 18, 2011
Menjadi Ibnul Jauzi, Sebulan Saja
Sering saya terfikir ingin menjadi Ibnul Jauzi, sebulan saja. Menjadi sosok yang produktif, terus belajar, selalu membaca, dan senantiasa menulis. Untuk mengikuti seluruh kehidupannya mungkin agak sulit. Paling tidak saya pilih satu saja dari banyak kebiasaan mulia beliau untuk saya ikuti dan rutinkan setiap hari.
Thursday, February 17, 2011
Mawar Merah dan Wafer Coklat
Susah. Sangat susah baginya menahan suasana hati yang selalu berbunga-bunga. Sekuntum mawar merah yang telah memasuki hatinya telah memberinya warna baru dalam kehidupan. Ia menangkap suatu nuansa yang tiada pernah dirasainya sebelumnya.
Tiba-tiba saja ada keinginan untuk selalu bertemu muka dengan si dia dan selalu merindukan kehadirannya. Entah apa yang terjadi pada dirinya, ia pun tidak tahu.
Lelaki Pengukir Sejarah
inilah rasul sang penyayang
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (Q.S. Al-Ahzab: 21)
Manusia agung itu sungguh pernah ada. Hidup layaknya kita hidup saat ini. Bergaul dan berinteraksi dengan masyarakatnya. Lahir dari sebuah keluarga, tumbuh dari kecil, beranjak remaja, menjadi dewasa, kemudian tua, lalu selanjutnya meninggal dunia.
Mengikuti siklus kehidupan manusia; makan, minum, tidur, dan beraktiftas. Sama seperti kehidupan manusia pada umumnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


